Resensi Buku Fiksi (Kata Karya Rintik Sedu)

Nama : Nabila Putri Aprilia

Kelas : XI MIPA 5


Resensi Buku Fiksi Kata

Identitas Buku

Judul Buku : Kata
Jenis Buku : Novel Fiksi
Penulis : Rintik Sedu
Penerbit : GagasMedia
Tahun Terbit : 2018 (cetakan pertama)
Kota Terbit : Jakarta Selatan
Jumlah Halaman : 389 Halaman
Dimensi : 13 x 19 cm
Harga : Rp. 99.000,- (P. Jawa)
Nomor ISBN : 978-979-780-932-4


    Buku ini ditulis oleh Rintik Sedu, sebuah platform yang berisi tentang persoalan lingkungan sekitar yang tidak jauh dari hidup sang penulis. Ia menyesuaikannya dengan masalah yang kerap kali dialami oleh pembacanya. Nadhifa Allya Tsana atau yang biasa dipanggil paus oleh penggemarnya adalah seorang dibalik Rintik Sedu. Rintik Sedu digunakan sebab ia ingin menyembunyikan identitasnya. Tsana lahir di Jakarta pada 4 Mei 1998 dan sudah mulai menulis sejak diajari menulis oleh orang tuanya. Ia menempuh pendidikan di Poltekkes II jurusan Teknik Elektromedik. Awalnya ia memposting karyanya di blog, lalu pindah ke wattpad hingga akhirnya beberapa karyanya telah diterbitkan di toko-toko buku sekitar diantaranya, Geez dan Ann, Buku Minta Dibanting, Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang, dan masih banyak lainnya, yang salah satunya merupakan Kata.

    Buku ini menceritakan kisah Binta Dineschara seorang wanita misterius, cuek, dan galak yang merupakan mahasiswi semester tiga jurusan Ilmu Komunikasi. Mamanya yang mengidap penyakit skizofrenia dan ayahnya yang meninggalkannya dan mamanya sejak usia 5 tahun membuat dirinya tertutup akan orang-orang di sekitarnya. Beruntung ia masih memiliki Cahyo, sahabat satu-satunya. Kerap kali Cahyo mengenalkan Binta dengan teman lelakinya namun Binta selalu menolak. Nugraha namanya, seorang mahasiswa populer dari jurusan arsitektur itu melakukan berbagai cara untuk meluluhkan hati Binta.

    Ketika Binta sudah mulai menerima kehadiran Nugraha, lelaki itu kembali. Luka lama sekaligus seseorang yang selama ini selalu ada di hati Binta. Lelaki itu adalah Biru, sahabat masa kecil Binta. Biru kembali ke Jakarta setelah menghilang 2 tahun.


Unsur Instrinsik

1. Tema

    Sebuah novel drama romantis yang menceritakan kisah cinta yang penuh dengan konflik yang rumit.

2. Tokoh dan Penokohan

  • Binta Dineschara : Seorang perempuan cuek, berhati dingin, namun memiliki hati yang rapuh.
  • Nugraha : Sosok lelaki tampan dan pintar yang digemari banyak orang juga baik hati dan pantang menyerah ditunjukkan dengan perjuangannya untuk mengambil hati Binta.
  • Biru : Seorang lelaki yang memiliki jiwa petualang tinggi dan rela mengorbankan perasaannya terhadap Binta agar Binta menyadari perasaannya yang sesungguhnya.
  • Cahyo : Sosok sahabat setia yang selalu ada untuk sahabatnya.
  • Mama Binta : Seorang wanita pengidap penyakit skizofrenia. Sifat mama Binta tidak dapat dideskripsikan dengan jelas karena penyakit yang diidapnya.
  • Bi Suti : Seorang asisten rumah tangga setia Binta dan keluarganya sejak kecil.
  • Riza : Sosok sahabat setia yang selalu mendengar keluh kesah Nugraha.
  • Sinta : Seorang wanita pengkhianat yang merupakan masa lalu Nugraha.

3. Alur

    Alur yang digunakan pada novel ini merupakan alur campuran. Terdapat alur maju dan alur mundur.

4. Latar

  • Latar Waktu : pagi, siang, sore, malam
  • Latar Tempat : Rumah Binta, Kampus, Toko Burung, Rel Kereta, Banda Neira, Rumah Sakit

5. Sudut Pandang

    Sudut pandang yang digunakan pada novel ini yaitu sudut pandang orang ketiga.

6. Amanat

    Hidup pasti selalu ada naik dan turunnya. Segala sesuatu terjadi tidak mungkin tanpa sebab, begitu pula penderitaan yang kita alami. Ketika kita terpuruk dan butuh tempat bersandar jangan takut untuk meminta bantuan. Ungkapkan segala hal yang ingin disampaikan sebelum semua terlambat. Bekerja keraslah dan pantang menyerah untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.


Keunggulan dan Kelemahan Buku

    Novel ini sangat menarik untuk dibaca. Mulai dari konflik yang terjadi, banyaknya kejutan yang terjadi pada tiap babnya, alurnya yang mudah diikuti serta cara penulisan penulis yang mudah dipahami membuat pembaca lebih mudah masuk ke dalam ceritanya dan terhanyut ke dalamnya. Desain cover senja seakan menggambarkan Senjani yang kehilangan langitnya seperti judul pada cover.

    Sayangnya masih terdapat beberapa kesalahan penulisan pada novel ini dan pada akhir novel mungkin bisa ditambahkan biografi sang penulis supaya pembaca lebih mengenal sang penulis.


Kesimpulan

    Novel ini menyampaikan beberapa pesan, mulai dari kisah keluarga Binta yang membuat Binta harus tegar dan tetap semangat demi Mamanya dan belajar bahwa tidak apa untuk lelah dan bersandar kepada seseorang, juga belajar dari kisah Nugraha bahwasanya jika kita menginginkan sesuatu kita harus bekerja keras untuk mendapatkannya dan pantang menyerah, dan dari kisah Biru kita harus bisa belajar mengikhlaskan seseorang yang kita cintai demi kebahagiaannya. Sekian resensi saya, kurang lebihnya mohon maaf dan terima kasih.


Kaidah Kebahasaan

1. Pronomina (Kata Ganti)

  • Ia menyesuaikannya dengan masalah yang kerap kali dialami oleh pembacanya
  • Nadhifa Allya Tsana atau yang biasa dipanggil paus oleh penggemarnya adalah seorang dibalik Rintik Sedu
  • Buku ini ditulis oleh Rintik Sedu
  • Segala sesuatu terjadi tidak mungkin tanpa sebab, begitu pula penderitaan yang kita alami

 

2. Konjungsi (Kata Penghubung)

  • Tsana lahir di Jakarta pada 4 Mei 1998 dan sudah mulai menulis sejak diajari menulis oleh orang tuanya.
  • Nadhifa Allya Tsana atau yang biasa dipanggil paus oleh penggemarnya
  • Kerap kali Cahyo mengenalkan Binta dengan teman lelakinya namun Binta selalu menolak.


3. Ungkapan Perbandingan

  • Desain cover senja seakan menggambarkan Senjani yang kehilangan langitnya seperti judul pada cover.

4. Preposisi

  • Nugraha namanya, seorang mahasiswa populer dari jurusan arsitektur itu melakukan berbagai cara untuk meluluhkan hati Binta.
  • Sosok sahabat setia yang selalu ada untuk sahabatnya.
  • Ia menyesuaikannya dengan masalah yang kerap kali dialami oleh pembacanya.

 

5. Istilah

  • Platform
  • Poltekkes
  • Elektromedik
  • Blog
  • Wattpad
  • Skizofrenia

 

6. Nomina (Kata Benda)

  • Buku ini ditulis oleh Rintik Sedu
  • Novel ini sangat menarik untuk dibaca.

 

7. Verba (Kata Kerja)

  • Ia menyesuaikannya dengan masalah yang kerap kali dialami oleh pembacanya.
  • Kerap kali Cahyo mengenalkan Binta dengan teman lelakinya namun Binta selalu menolak.
  • Rintik Sedu digunakan sebab ia ingin menyembunyikan identitasnya

Komentar